Kamis, 21 Januari 2016

KOPERASI SIMPAN PINJAM

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan berkah, Rahmat, karunia serta hidayah-Nya saya dapat menyalesaikan  tugas makalah koperasi.  

Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah. Untuk itu saya selaku penyusun sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Terutama kepada dosen yang telah memberikan bimbingannya sehingga makalah ini dapat saya selesaikan tepat pada waktunya.

saya sangat mengetahui bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mohon kritik dan saran yang membangun agar saya dapat menyusunnya kembali lebih baik dari sebelumnya.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, terutama bagi saya dan pembaca.

  

DAFTAR ISI
Kata Pengantar                                                                                                           i
Daftar Isi                                                                                                                     ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah                                                                                 1
1.2  Perumusan Masalah                                                                                        1
1.3  Tujuan Penulisan                                                                                             2
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Koperasi Simpan Pinjam                                                               3
2.2  Prinsip Koperasi Simpan Pinjam                                                                     4
2.3  Manfaat Koperasi Simpan Pinjam                                                                   4
2.4  Manajemen Koperasi Simpan Pinjam                                                              5
2.5  Menghimpun Dana Koperasi Simpan Pinjam                                                 5
2.6  Jenis Simpanan Koperasi Simpan Pinjam                                                        5
2.7  Sumber-Sumber Dana Koperasi                                                                      6
BAB III PENUTUP
3.1  KESIMPULAN                                                                                              8
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                            9


 BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang Masalah
Koperasi adalah suatu bentuk kerja sama dalam lapangan perekonomian. Kerjasama ini diadakan orang karena adanya kesamaan jenis kebutuhan hidup mereka. Orang-orang ini bersama-sama mengusahakan kebutuhan sehari-hari, kebutuhan yang bertalian dengan perusahaan ataupun rumah tangga mereka. Untuk mencapai tujuan itu diperlukan adanya kerja sama yang akan berlangsung terus, oleh sebab itu dibentuklah suatu perkumpulan sebagai bentuk kerja sama itu.
Dalam makalah ini akan dibahas suatu koperasi simpan pinjam sebagai lembaga pembiayaan dikarenakan usaha yang dijalankan oleh koperasi simpan pinjam aadalah usaha pembiayaan.
1.2   Perumusan Masalah
Di dalam penulisan makalah ini diperlukan sumber informasi yang luas agar didalam penulisannya dapat memberikan arah yang menuju pada tujuan yang ingin dicapai, sehingga dalam hal ini diperlukan adanya perumusan masalah yang akan menjadi pokok pembahasan di dalam penulisan makalah ini agar dapat terhindar dari kesimpangsiuran dan ketidak konsistenan di dalam penulisan. Permasalahan yang timbul dalam perkoperasian sangat luas dan beragam. Karena itu, makalah ini dipilih beberapa pokok permasalahan yang diidentifikasi, yaitu:
1.      Apakah pengertian koperasi simpan pinjam ?
2.      Apa Prinsip Koperasi Simpan Pinjam ?
3.      Apa Manfaat Koperasi Simpan Pinjam ?
4.      Bagaimana Manajemen Dalam Koperasi Simpan Pinjam ?
5.      Bagaimana Menghimpun Dana Dalam Koperasi Simpan Pinjam ?
6.      Ada Berapa Jenis Simpanan Dalam Koperasi Simpan Pinjam ?
7.      Dari Mana Sumber-Sumber Dana Koperasi ?
1.3   Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari karya ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui pengertian koperasi simpan pinjam.
2.      Untuk mengetahui Prinsip Koperasi Simpan Pinjam.
3.      Untuk mengetahui Manfaat Koperasi Simpan Pinjam.
4.      Untuk mengetahui Manajemen Dalam Koperasi Simpan Pinjam.
5.      Untuk mengetahui Menghimpun Dana Dalam Koperasi Simpan Pinjam.
6.      Untuk mengetahui Jenis Simpanan Dalam Koperasi Simpan Pinjam.
7.      Untuk mengetahui Sumber-Sumber Dana Koperasi.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang anggotanya  terdiri dari orang-orang yang mempunyai kepentingan langsung dalam soal-soal perkreditan atau simpan pinjam.
Koperasi simpan pinjam dikategorikan sebagai lebaga pembiayaan dikarenakan usaha yang dijalankan oleh koperasi simpan pinjam adalah usaha pembiayaan yaitu menghimpun dana dari para anggotannya yang kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggotanya atau masyrakat umum. Hal ini tentunya sesuai pula dengan ciri-ciri dan definisi lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun atau menyalurkan dana atau kedua-duanya.
Dalam koperasi simpan pinjam memunggut sejumlah uang dari setiap anggota koperasi. Uang yang dikumpulkan para anggota tersebut. Kemudian dijadikan modal untuk dikelola oleh pengurus koperasi, dipinjamkan kembali bagi anggota yang membutuhkannya.
Koperasi simpan pinjam didirikan untuk memberi kesempatan kepada anggotanya memperoleh pinjaman dengan mudah dan bunga ringan. Koperasi simpan pinjam berusaha untuk,” mencegah para anggotanya terlibat dalam jeratan kaum lintah darat pada waktu mereka memerlukan sejumlah uang. Dengan jalan menggiatkan tabungan dan mengatue pemberian pinjaman uang dengan bunga yang serendah-rendahnya.
Menurut widiyanti dan sunindhia, koperasi simpan pinjam memiliki tujuan  untuk memdidik anggotanya hidup hemat dan juga menambah pengetahuan anggotanya terhadap perkoperasian. Untuk mencapai tujuannya, koperasi simpan pinjam harus melaksanakan aturan mengenai peran pengurus, pengawas, manajer dan yang paling penting rapat anggota. Pengurus berfungsi sebagai pusat pengambil keputusan tertinggi, pemberi nasehat dan menjaga kesinambungannya organisasi dan sebagai orang yang dapat dipercaya. Menurut UU No.25 tahun1992 pasal 39 pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi dan menulis laporan koperasi, dan berwenang meneliti catatan yang ada pada koperasi, mendapatkan segala keterangan yang diperlukan dan seterusnya. Yang ketiga, manajer koperasi simpan pinjam, seperti manajer di organisasi manapun, harus memiliki ketrampilan eksekutif, kepemimpinan, jangkauan pandangan jauh ke depan dan menemukan kompromi dan pandangan berbeda. Akan tetapi, untuk mencapai tujuan rapat anggota hars mempunyai kekuasaan tertinggi dalam organisasi koperasi. Hal ini ditetapkan dalam pasal 23 sampai pasal 27 UU no 25 tahun 1992.

2.2  Prinsip Koperasi Simpan Pinjam
Usaha koperasi yang dikelola oleh para anggota dengan membentuk kepengurusan koperasi melalu Rapat Anggota yang pelaksanaan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi.
Prinsip Koperasi:
1.      Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka.
2.      Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis.
3.      Pembagian laba (sisa hasil usaha) dilakukan secara adil dan sebanding dengan besar jasa para anggota.
4.      Kemandirian.
5.      Pendidikan perkoperasian.
6.      Kerjasama antar koperasi.

2.3  Manfaat Koperasi Simpan Pinjam
1.    Anggota dapat memperoleh pinjaman dengan mudah dan tidak berbelit – belit.
2.    Proses pembagian bunga adil, karena disepakati dalam rapat anggota.
3.    Pada saat peminjaman dana, tidak menggunakan syarat adanya jaminan.



2.4  Manajemen Koperasi Simpan Pinjam
Ruang lingkup kegiatan usaha koperasi simpan pinjam secara umum adalah penghimpunan dan penyaluran dana yang berbentuk penyaluran pinjaman terutama dari dan untuk anggota.
Kegiatan dari sisi pasiva, koperasi simpan pinjam melakukan kegiatan penghimpunan dana baik dari anggota ataupun masyarakat umum. Bentuk penghimpunan dana ini bisa berupa tabungan atau simpanan sedangkan dari masyarakat bisa berbentuk pinjaman modal usaha.
Sedangkan kegiatan dari sisi aktiva adalah melakukan upaya untuk memperoleh laba dengan cara mengalokasikan dari hasil penghimpunan dana yang disalurkan kepada anggota dalam bentuk pinjaman. Dilihat secara rincinya, kegiatan koperasi adalah sebagai berikut:
1.    Koperasi simpan pinjam dituntut mampu melayani penyimpanan dan juga penarikan dana oleh anggota sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan.
2.    Koperasi simpan pinjam juga menyalurkan dana yang terkumpul dari anggota yang di masa datang akan diterima kembali secara bertahap.
Di kedua kegiatan diatas, harus dikelola sedemikian rupa agar kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana berjalan dengan seimbang.

2.5  Menghimpun Dana Koperasi Simpan Pinjam
Dana – dana yang dihimpun oleh koperasi simpan pinjam dimasukkan kedalam hutang atau ekuitas atau kekayaan bersih. Jika dilihat dari sumbernya, dana yang berbentuk hutang berasal dari tabungan kemudian simpanan berjangka atau pinjaman yang diterima koperasi simpan pinjam. Sedangkan yang bersumber dari kekayaan bersih, diantaranya berasal dari sumber simpanan wajib anggota dan simpanan sukarela, cadangan umum di tahun berjalan.
Simpanan menurut PP Tahun 1995 simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh anggota, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya kepada KSP/USP. Sementara itu, ada jenis simpanan lain dari anggota yang merupakan kekayaan bersih bagi KSP/USP, yaitu simpanan pokok dan simpanan wajib(bagi KSP).

2.6  Jenis Simpanan Koperasi Simpan Pinjam
1.      Simpanan Pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang sama banyaknya dan atau sama nilainya yang wajib di bayarkan pada koperasi saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil selama masih menjadi anggota.
2.      Simpanan Wajib
Simpanan wajib adalah sejumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama, wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu. Simpanan wajib tidak dapat diambil selama masih menjadi anggota.
3.      Tabungan Koperasi
Tabungan koperasi adalah simpanan pada koperasi yang penyetorannya dilakukan berangsur – angsur dan penarikannya hanya dapat dilakukan oleh anggota yang bersangkutan atau kuasanya dengan menggunakan Buku Tabungan Koperasi, setiap hari pada jam kerja koperasi.
Ketentuan – ketentuan yang berkaitan dengan tabungan meliputi:
1.    Penyetoran dan pengambilan dapat dilakukan setiap saat pada jam kerja.
2.    Jumlah setoran minimal pertama (saat pembukaan tabungan) dan setoran minimal selanjutnya.
3.    Jumlah saldo minimal yang harus ada dalam tabungan.
4.    Penyetoran dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak harus pemilik tabungan.
5.    Pengambilan tabungan hanya dapat dilakukan oleh pemilik tabungan atau yang diberi kuasa.
6.    Sebagai imbalan, KSP/USP memberikan bunga tabungan kepada penyimpan.
7.    Bunga tabungan dihitung menggunakan metode tertentu misalnya saldo rata – rata harian, saldo terkecil atau yang lainnya.
8.    Pembayaran bunga dilakukan setiap akhir bulan dengan menambahkannya kedalam saldo tabungan.
9.    Penanggung jawab perhitungan adalah bagian pembukuan.
10.     Simpanan Berjangka Koperasi
Simpanan Berjangka Koperasi adalah simpanan pada koperasi yang penyetorannya dilakukan satu kali untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian antara penyimpan dengan koperasi yang bersangkutan dan tidak boleh diambil sebelum jangka waktu tersebut berakhir.
Ketentuan – ketentuan yang berkaitan dengan Simpanan Berjangka meliputi:
1.    Calon penyimpan pada simpanan berjangka disyaratkan terlebih dahulu untuk menjadi penabung.
2.    Jumlah setoran minimal.
3.    Sebagai imbalan, penyimpan akan mendapatkan bunga sesuai dengan jangka waktu simpanan berjangka tersebut.
4.    Pembayaran bunga simpanan berjangka dilakukan setiap akhir bulan dengan menambahkannya kedalam saldo tabungan.

2.7  Sumber-Sumber Dana Koperasi  
Sumber dana merupakan hal yang sangat penting bagi keidupan koperasi simpan pinjam dalam rangka memenuhi kebutuhan dana para anggotannya. Bagi anggota koperasi yang kelebihan dana diharapkan untuk menyimpan dananya di koperasi dan kemudian oleh pihak koperasi dipinjamkan kembali kepada para anggota yang membutuhkan dana dan jika memungkinkan koperasi juga dapat meminjamkan dananya kepada masyarakat luas.
Setiap anggota koperasi diwajibkan untuk menyetor sejumlah uang sebagai sumbangan pokok anggota, disamping itu ditetapkan pula sumbangan wajib kepada para anggotannya. Kemudiansumber dana lainnya dapat diperoleh dari berbagai lembaga baik lembaga pemerintah maupun lembaga swasta yang kelebihan dana.
Secara umum sumber dana koperasi adalah:
1.    Dari para anggota koperasi berupa:
a.    Iuran wajib
b.     Iuran pokok
c.    Iuran sukarela
2.    Dari luar koperasi
a.    Badan pemerintah
b.    Perbankan
c.    Lembaga swasta lainnya
Pembagian keuntungan diberikan kepada para anggota sangat tergantung kepada keaktifan para anggotannya dalam meminjamkan dana. Sebagai contoh dalam koperasi simpan pinjam semakin banyak seorang anggota meminjam sejumlah uang, maka pembagian keuntungan akan lebih besar dibandingkan dengan anggota yang tidak meminjam, demikian pula sebaaliknya.





BAB III
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN 
Koperasi Simpan Pinjam didirikan bertujuan untuk memberi kesempatan kepada anggotanya untuk memperoleh pinjaman dengan mudah dan dengan bunga ringan. Koperasi simpan pinjam juga berusaha untuk mencegah para anggotanya agar tidak terlibat dalam jeratan kaum lintah darat pada waktu mereka memerlukan sejumlah uang, dengan jalan menggiatkan tabungan dan mengatur pemberian pinjaman uang dengan bunga yang serendah-rendahnya, Koperasi simpan pinjam menghimpun dana dari para anggotanya yang kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggotanya.



Daftar Pustaka

Sabtu, 02 Januari 2016

EDENSOR

Karya Andrea Hirata

MIMPI TAK KENAL PUTUS ASA
Novel Edensor yang membuat mimpi menjadi bara yang menyala adalah suatu hal yang sangat menarik disimak. Walaupun banyak yang menjadikan mimpi ini sebagai ikatan emosi yang akan membawa orang yang memimpikannya semangat, kehidupan yang penuh rintangan membutuhkan dorongan dari orang-orang nyata yang akan membuat mimpi itu menjadi suatu wujud yang indah. Setelah iya terwujud, lalu membangun mimpi baru yang akan membawa ke mimpi berikutnya hingga mimpi yang paling indah, yaitu masuk surga.
Emosi yang tidak stabil terkadang membuatmimpi terasa sangat jauh dari jangkauan. Saat merasa bahwamimpi itu jauh sekali dari gapaian tangan, jiwa menjadi tertekan dan merasa bahwa takakan bisa meraih mimpi itu sehingga kelelahan jiwa membuat tubuh pun lelah berjuang. Kapasrahan berbuat keputusasaan. Namun, kenyataannyademikian. Banyak yang menyerah dengan mimpi karena merasa bahwa mimpi itu tak bukan untuk dirinya. Ia tak percaya lagi kalau mimpi itu ada.
Yang dilakukannya akhirnya hidup tanpa mimpi. Ia hanya ingin menjadi orang yang baik dan terus menjadi baik. Kalaupun suatu saat mimpi yang telah dikuburnya menjadi suatu kenyataan, ia mungkin tidak menganggap itu berupawujud mimpinya, melainkan sesuatu yang biasa saja. Ia tak mau membuat mimpinya menjadi bara apipenyemangat hidupnya. Ia merasa tuhan tidak mendengar keluh kasahnya. Ia tak mau lagi bermimpi terlalu jauhdari jangkauan atau gapai tangannya.
Suatu kenyataan yang perih ketika orang meletakkan mimpinya dibawah kakinya dan mengubur mimpi itutanpa mau berjalan dengan mimpi itu lagi. Ia merasa bahwa mimpi ituhanya sekedar mimpi dan mungkin tidak semua mimpi bisa terwujud, mungkin dunia menjadi tidak indah lagi. Ketika banyak mimpi yang tidak tergapai, itulah keindahan dari mimpi-mimpi yang tergapai. Hatinya cemburu dengan orang-orang yang dikabulkan kehendaknya.
Ia merasa telah berkerja keras, tapi tuhan belum juga mengabulkan keinginannya. Ia tidak meminta yang berat. Ia hanya meminta sebuah rumah dengan tiga kamar tidur dan membelinya tanpa uang. Berpuluh tahun berkerja keras, semua itu belum juga terwujud. Entah rahasia apa yang disembunyikan tuhan darinya sehingga ia belumjuga mendapatkannya. Mimpi yang tak mungkin bersayap ini menjadikan orangyang bermimpi itu layu.
Pasti bukan seperti itu gambaran yang ada dinovel ini. Walaupun mimpi tarasa menjauh, tetap saja sang mimpi tidak boleh dibiarkan pergi. Kalau memang mimpi itu adalah suatu harapan yang sangat didamba, maka bagai pejuang yang mempunyai mimpi itu, dia tidak boleh menyerah. Kalaupun mau beristirahat dari mengejar sang mimpi, lakukanlah dengan tetap menggenggam mimpi itu. Jangan lepasakan hingga kapanpun.
Keyakinan bahwa mimpi itu akan tercapai akan mendekatkan dengan mimpi itu sendiri walaupun mungkin perjalanan meraih mimpi agak tersendat. Biarkan sang mimpi diketahui banyak orang sehingga semakin banyak yangmendoakan agar sang mimpi cepat berbentuk. Memang tidak mudah mendapat dukungan yang begitu setia dan tiadakenal pamrih. Kebanyakan memang memberikan harapan namun ingin juga mendapatkan jatah dari bagian mimpi yang menyenangkan itu.
Tidak menjadi masalah untuk berbagi mimpi karena kesuksesan akan dipandang sebagai sesuatuyang sangat menyenangkan ketikadiraih bersama dengan banyak orang dan memberikan dampak yang luas kepada orang lain. Bukan sesuatu yang berbentuk seperti pembanggaan pada diri sendiri, tetapi membawa banyak orang meraih mimpi yang sama itu akan menyenangkan sekali. Berbagi adalah sesuatu mimpi indah yang menyenangkan. Perayaan kesuksesan akan terasa ketika dilakukan oleh semakin banyak orang.
Biarkan orang lain juga ikut merasa mimpinya terwujud ketika mimpi itu menjadinyata. Keinginan demi keinginan seharusnya saling berkesinambungan dan tidak patah ditengah jalan. Kalau patah, mimpi bisa hanyut dan tidak tercapai hingga maut memisahkan diri dengan mimpi. Apapun yang telah dimimpikan tetaplah digenggam dan jangan dilepaskan. mungkinTuhan akan memberikan mimpi itu pada waktu yang tepat. Atau mungkin saja mimpi itu dijadikan sebagai hadiah disurga nanti. Hany Tuhanlah yang tahu apa yang terjadi dihari esok.
Kalau berputus asa dengan mimpi, ditakutkan akan menjadi depresi dan akhirnya malah menjadi gila dan hilang ingata. Hal ini tentunya bukan sesuatu yang diharapkan. Mimpi bukan untuk membuat orang yang memimpikannya hilang ingatan. Mimpi itu bisa saja diganti sesuaidengan perkembangan zaman. Saat yang diimpikan sudah tidakada lagi atau ada sesuatu yang lebih baik, maka tidak menjadi masalah untukmengubah mimpi.
PERTEMUAN DENGAN WEH
Ini akan bermula dari hal yang terkesan tatkala dua tokoh utama, Ikal dan Arai bartemu dengan Weh yang menurutnya lelaki ajaib yang hidupnya hanya dilaut dan menguasai segala rasi bintang sebagaipetunjuk dan penentu arah perjalanan “maritim”nya. Weh merupakan lelaki yang sedikit misterius dan harus menanggung aib dalam seluruh fase hidupnya karena ia menderita burut sebagai implikasi dari ulah nenek moyangnya yang melanggar aturan/larangan agama.
Dari Weh-lah, Ikal belajar mengenai hakikat kehidupan seorang manusia yang hidup tak wajar dan diluar kebiasaan. Dari Weh ia belajar  mengenai membaca tanda-tanda alam (dan kearifannya) sehingga alam sampai kapanpun mau bersahabat dengan manusia. Dari Weh, berbagai rasi dan zodiak bintang dipelajari yang sangat bermanfaat dalam menentukan arah dan memprediksi datangnya ombak atau badai dilaut lepas. Sebuah pelajaran yang sangat berharga, yang sama sekali tak mukin akan didapat dipelajaran formal di sekolah.
Akhirnya, Zenit dan Nadir merupakan pesan Weh sebelum ajal menjemputnya. Pesan yang tak mungkin hilang oleh terjangan zaman sampai kapanpun, sekalipun Weh kini jasadnya sudah tak bisa dipisahkan dari tanah. Ikal paham bahwa kehidupan akan akhir. Mimpi akan membuat semangat tanpa kenal putus asa.
Menjemput minpi adalah suatu perjuangan. Keinginan Pak Balia untukbersekolah di Universitas Sorbonne, Paris, yang akhirnya membawa mereka berdua menjelajahi Benua Eropa (bahkan Afrika). Sebuah tawaran beasiswa bergengsi dari Uni Eropa tak disia-siakannya sehingga berangkatlah mereka untuk mengejar mimpinya.
Menjalankan segala pesan dari ruang-ruang bawah sadarnya, mereplika dan merangkai berbagai keindahan dan harapan mengenai kehidupan penuh perjuangan yang mesti ditebus dengan bulir air mata, dan penuh keringat sampai  nadir. Universitas Sorbonne melambaikan tangannya kepada mereka berharap minta di singgahi. Dan mimpi itu menjadi kenyataan, kawan. Ikal dan Arai bisa menempuh strata master di benua indah, dan referensi pendidikan tinggi terbaik didunia.
Universitas Sorbonne yang telah melahirkan banyak begawan-begawan ekonomi dan sastra secara takdisangka-sangka bisa mereka singgahi, dan ajaibnya hanya dengan satu jalan : mimpi. Iya, mimpi yang menjadi kenyataan. Mimpi yang akhirnya menberikannya pengalaman tak terkira karena bisa berteman dengan jenius-jenius dari negara dan benua lain.

Dalam satu kelasnya, Ikal bisa bersama teman-temn dari berbagai negara seperti Kanada, India, Jerman, Belanda, Australia, dan sebagainya, karena jika tak sungguh-sungguh dalam menyingkapi hidup di rantau orang maka kesengsaraan dan kegagalan akan menjadi mimpi buruk setelah pencapaian mimpi indah Ikal dan Arai mampu menginjakkan kaki di Benua Eropa.