BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan
zaman Globalisasi sekarang ini amatlah pesatnya sehingga membuat kita sering
takjub dengan segala penemuan-penemuan baru disegala bidang. Penemuan-penemuan
baru yang lebih banyak didominasi oleh negara-negara barat tersebut dapat kita
simak dan saksikan melalui layar Televisi, koran, Internet dan sebagainya yang
sering membuat kita geleng-geleng kepala sebagai orang Indonesia yang hanya
bisa menikmati dan memakai penemuan orang-orang barat tersebut.
Penemuan-penemuan baru tersebut merupakan sisi positif yang dapat kita ambil
dari negara-negara Barat itu sedangkan di negara-negara Barat itu sendiri makin
maju dan moderen diiringi pula dengan bebasnya mereka dalam bertindak dan
berperilaku dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi suatu kebiasaan yang
membudaya.
2.1 Perumusan
Masalah
1.
Apa Pengaruh Dunia Pertelevisian Bagi Sikap Dan Perlilaku Anak
2.
Apa Pengaruh
Negatif dan Positif yang ditimbulkan Oleh Media Masa
3.
Apa Pengaruh
Lingkungan dan Media Masa Terhadap Perkembangan Kepribadian Anak
4.
Apa Peran Orang
Tua Terhadap Anak
3.1 Tujuan
Penelitian
1.
Untuk
Mengetahui Pengaruh Dunia
Pertelevisian Bagi Sikap Dan Perlilaku Anak
2.
Untuk
Mengetahui Negatif dan Positif yang
ditimbulkan Oleh Media Masa
3.
Untuk
Mengetahui Pengaruh Lingkungan dan
Media Masa Terhadap Perkembangan Kepribadian Anak
4.
Untuk
Mengetahui Peran Orang Tua Terhadap
Anak
4.1 Manfaat
Penelitian
1. pembaca
dapat mengetahui Pengaruh
Dunia Pertelevisian Bagi Sikap Dan Perlilaku Anak
2. pembaca
dapat mengetahui Negatif
dan Positif yang ditimbulkan Oleh Media Masa
3. pembaca
dapat mengetahui Pengaruh
Lingkungan dan Media Masa Terhadap Perkembangan Kepribadian Anak
4.
pembaca dapat mengetahui
Peran Orang Tua Terhadap Anak
5.1 Metode
Penelitian
Metode
penelitian merupakan struktur yang sangat penting, karena berhasil tidaknya,
demikian rendahnya hasil kualitas penelitian, sangat ditentukan oleh ketepatan
peneliti dalam memilih metode
penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode
kepustakaan ( library research ), yaitupenelitian yang dilakukan dengan membaca
dan mengumpulkan data yang berkaitan
dengan topik permasalahan, baik dari buku-buku, skripsi, majalah, dan
artikel-artikel yang terdapat di internet.
6.1 Sumber Data
Internet
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengaruh Dunia Pertelevisian Bagi
Sikap Dan Perlilaku Anak
Diantara berbagai media massa, televisi
memainkan peran yang terbesar dalam menyajikan informasi yang tidak layak dan
terlalu dini bagi anak-anak. Menurut para pakar masalah media dan psikologi, dibalik
keunggulan yang dimilikinya, televisi berpotensi besar dalam meningkatkan
dampak negatif di tengah berbagai lapisan masyarakat, khususnya anak-anak.
Memang terdapat usaha untuk menggerakkah para orang tua agar mengarahkan
anak-anak meraka supaya menonton program atau acara yang dikhususkan untuk
mereka saja, namun pada prakteknya, sedikit sekali orangtua yang memperhatikan
ini.
2.2 Pengaruh Negatif dan Positif yang
ditimbulkan Oleh Media Masa
Kecemasan
orangtua terhadap dampak menonton televisi bagi anak-anak memang sangat
beralasan, mengingat bahwa bayak penelitian menunjukkan televisi memang
memiliki banyak pengaruh baik negatif maupun positif. Yang dikhawatirkan dari
kalangan orang tua adalah anak-anak yang belum mampu membedakah mana yang baik
dan buruk serta mana yang pantas dan tidak pantas, karena media televisi
mempunyai daya tiru yang sangat kuat bagi pertumbuhan dan perkembangan
anak-anak.
Namun
demikian harus diakui bahwa kebutuhan untuk mendapatkan hiburan, pengetahuan
dan informasi secara mudah melalui televisi juga tidak dapat dihindarkan.
Televisi, selain selalu tersedia dan amat mudah diakses, juga menyuguhkan
banyak sekali pilihan, ada sederat acara dari tiap stasiun televisi, tinggal
bagaimana pemirsa memilih acara yang dibutuhkan, disukai dan sesuai dengan
selera.
Bayak
hal yang belum diketahui oleh seorang anak, oleh karena itu kalau tidak ada
yang memberi tahu ia akan mencari sendiri dengan mencoba-coba dan meniru orang
dewasa. Apakah hasil percobaan maupun peniruannya benar atau salah, anak
mungkin tidak tahu. Disinilah tugas orangtua untuk selalu memberi pengertian
kepada anak, secara konsisten. Kebingungan anak karena standar ganda yang
diterapkan orangtua juga bisa teratasi kalau orangtua memberi penjelasan kepada
anak.
Kalaupun
tidak sempat mendampingi anak, orang tua sebaiknya menyeleksi program televisi
mana yang benar-benar cocok untuk anak. Sebelum anak diijinkan untuk menonton
program televisi tertentu, orangtua sudah mengetahui program tersebut cocok
atau tidak untuk anak, jadi orangtua sudah pernah terlebih dulu menonton
program tersebut dan melakukan evaluasi.
2.3 Pengaruh Lingkungan dan Media Masa
Terhadap Perkembangan Kepribadian Anak
Secara
umum ada tiga lingkungan yang sangat mempengaruhi kualitas mental dan spiritual
anak yaitu : Lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan sosal
budaya yang berhubungan dengan nilai-nilai serta norma-norma yang berlaku
dimasyarakat, termasuk didalamnya pengaruh Televisi, buku dan media massa.
Ketiga
lingkungan tersebut saling menopang dalam mempengaruhi perkembangan dan
pembentukan karekter anak. Sebenarnya, lingkungan kedua dan ketiga dapat
dikontrol pengaruhnya jika lingkungan pertama yakni orang tua dalam hal ini
keluarga-mampu memaksimalkan perhatiannya terhadap pengasuhan dan pendidikan
anak.
Kita
sangat paham bahwa anak adalah makhluk aktif yang tengah dalam penjajahan
mencari dunianya. Ia membutuhkan pemandu agar ia tidak salah dalam memilih
jalan hidupnya. Pemandu itu tidak lain adalah orang tua dan para pendidik
(guru). Karena itu, orang tua ataupun guru, sebagai pendidik normal, perlu
memahami bagaimana cara menumbuh kembangkan anak, serta memahami pula
teknik-teknik bagaimana berinteraksi dengan anak yang sesuai dengan aqidah
serta fleksibel dengan tuntutan jaman.
2.4 Peran Orang Tua Terhadap Anak
Peranan
orang tua yang baik untuk anak dapat di lakukan dengan cara sebagai berikut :
- Memberi kesepakatan dengan jadwal kepada anak tentang
mana acara yang boleh ditonton atau tidak, kapan boleh menonton, waktu
sembahyang, waktu belajar, waktu tidur, bahkan waktu membantu orang tua
dan berikan sanksi bila melanggar.
- Dampingi anak-anak pada saat menyaksikan acara televisi
dan upayakan dialog atau diskusi mengenai tayangan yang ditonton termasuk
juga iklan-iklannya.
- Pantau terus kegiatan anak diluar rumah, bergaul dengan
siapa, dikhawatirkan kalau menonton film-film porno yang ada dirumah
temannya yang tidak terpantau oleh orang tuanya.
- yang tidak kalah pentingnya adalah pendidikan yang
mengandung nilai-nilai agama yang harus selalu diterapkan dan ditumbuhkan
dirumah yaitu dengan cara mengikutsertakan pendidikan keagamaan di luar
jam sekolah, agar anak-anak kita mendapatkan bekal nilai-nilai agama
seingga mampu berfikir jernih, punya rancana dan masa depan yang baik.
Apabila ditumbuh-kembangkan pendidikan agama kepada anak-anaknya niscaya
apapun arus formasi yang bersifat negatif yang datang dari luar ataupun
dari dari kecanggihan teknologi tidak akan berpengaruh bagi anak-anak
karena sudah memiliki bekal dan filter untuk menyerap atau menyaring
informasi-informasi yang sifatnya negatif.
Empat
peran orang tua tersebut, setidaknya dapat meminimalkan efek negatif yang dapat
ditimbulkan oleh televisi terhadap anak-anak. Tidak ada artinya jika kita terus
menerus menyalahkan media televisi sebagai biang kerok kerusakan moral dan
kepribadian anak-anak, karena media televisi sebagai media informasi dan
hiburan akan terus hadir dan mengemuka di tengah-tengah kita yang akan terus
mempengaruhi mental, emosi, fisik dan perekembangan jiwa anak, tapi disini
orang tua harus peka dan kritis tehadap tayangan-tayangan yang disajikan untuk
anak-anaknya.
Sebagian
orang tua bahkan tak peduli acara apa yang ditonton anaknya. Sepanjang si anak
tidak bertanya atau becerita, umumnya orangtua merasa apapun yang disuguhkan
televisi sebagai “teman” anaknya selama mereka tidak berada dirumah tak perlu
dipermasalahkan.
Kalau
toh ada pengaruh buruk televisi terhadap sebagian orang, maka sebagian lainnya
mengaggap hal itu sama sekali bukan urusannya. Padahal, sangat mungkin pengaruh
buruk itupun mengenai anggota keluarganya, hanya dia cukup jeli atau punya
cukup waktu untuk memperhatikannya.
Meskipun
belakangan ini sebagian stasiun televisi sudah mencantumkan tanda bahwa program
itu untuk orang dewasa, memerlukan bimbingan orangtua, atau memeng acara yang
dianggap pantas ditonton anak-anak, kenyataannya hanya sekitar 15 persen saja
anak yang mengatakan selama menonton televisi didampingi orangtuanya.
Memang
tidak semua pengaruh televisi bisa langsung tampak akibatnya pada anak-anak
yang menjadi pemirsanya. Mungkin karena itulah sampai sekarang masih banyak
orangtua yang membiarkan apapun acara yang ingin ditonton anaknya, sepanjang
itu tak lebih dari pukul 21.00.
Sebagian
orangtua beranggapan, stasiun televisi telah menyeleksi program acaranya.
Dengan demikian, semua acara yang ditayangkan sebelum sekitar pukul 21.00
relatif aman untuk konsumsi anak-anak. Padahal kalau dicermati, tak sedikit
acara sebelum pukul 21.00 yang sebenarnya tak pantas ditonton anak-anak.
Misalnlya, film-film warkop yang jelas-jelas selalu menyerempet pada hal-hal
yang berbau seks.
Televisi
telah mengubah cara berfikir anak. Anak-anak yang terlalu banyak menonton
televisi biasanya akan tumbuh menjadi sosok yang sulit berkonsentrasi dan
kurang perhatian pada lingkungan sekitar, mereka hanya terpaku pada televisi.
Anak-anak
lebih bersifat pasif dan berinteraksi dengan TV, bahkan seringkali mereka
terhanyut dalam dramatisasi terhadap tayangan yang ada di televisi. Disatu sisi
TV menjadi sarana sebagai media informasi, hiburan bahkan bisa sebagai kemajuan
kehidupan, namun disisi lain TV dapat menularkan efek yang buruk bagi sikap,
pola pikir, perilaku anak,.
Telecisi
tidak bisa dipungkiri, kini boleh jadi telah menjadi pengasuh setia masyarakat.
Tak terkecuali anak-anak. Yang jadi masalah, kalau anak-anak menonton tayangan
televisi yang tidak sesuai dengan usianya. Misalnya, tayangan seks dan
kekerasan. Anak-anak yang masih rentan daya kritisnya, akan mudah sekali
terpengaruh dengan isi dan materi tayangan televisi yang ditontonnya, dan
pengaruhnya bisa terbawa sampai mereka dewasa.
Oleh
sebab itu para orang tua senantiasa diingatkan untuk menerapkan control yang
ketat terhadap kebiasaan menonton TV bagi anak-anaknya. Katena kalau tidak
dimulai dari sekarang, dampaknya sangat membahayakan buat perkembangan jiwa
mereka.
Kekerasan
di TV membuat anak menganggap kekerasan adalah jalan untuk menyelesaikan
masalah. Dampak menonton Televisi bagi anak-anak. Antara lain bisa menimbulkan
ketagihan dan keergantungan serta pola hidup konsumtif dikalangan anak-anak.
Anak-anak akan merasa pantas untuk menuntut apa saja yang ia inginkan. Terlepas
dari baik buruknya tayangna televisi yang ditonton seorang anak, pola menonton
Tivi yang tidak terkontrol akan menimbulkan dampak psikologis bagi anak-anak.
Yang
pertama, keterampilan anak jadi kurang berkembang. Usia anak adalah usia dimana
si anak sedang mengembangkan segala kemampuannya seperti kemampuan
berkomunikasi, bekerjasama dengan orang lain dan kemampuan mengemukakan pendapat.
Dampak lainnya, disadari atau tidak, perilaku-perilaku yang dilihat di TV akan
menjadi satu mermori dalam diri si anak dan akibatnya si anak menjadi meniru
yang bisa berkembang menjadi karakter pribadinya dikemudian hari, kalau tidak
segera diantisipasi.
Jadi
jangan heran, kalau orangtua melihat tingkah anaknya yang kasar atau suka
meneluarkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan, meski orang tua setengah
mati meyakinkan bahwa mereka tidak pernah mendidik anaknya seperti itu. Bisa
jadi, itu akibat pola menonton TV yang tidak terkontrol.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas panyusun dapat
menyimpulkan beberapa kesimpulan bahwa :
1. Kontrol dari orangtua tehadap anak
sangatlah penting di jaman sekarang ini, karena orang tua adalah pendidik yang
pertama dan yang banyak sekali berhubungan langsung dengan anak anak.
2. Karena siaran Televisi sangat dekat
sekali dengan anak-anak, maka orang tua harus bisa mendampingi dan memberikan
arahan kepada anak apabila dalam siaran-siaran tersebut ada yang tidak pantas
dilihat atau disaksikan oleh anak.
3. Faktor yang paling penting dalam
perkembangan emosional dan spiritual anak bergantung pada orangtua itu sendiri,
apabila kurang pengawasan dari orang tua, maka anakpun akan lebih mudah lagi
menyerap hal-hal yang bersifat negatif yang ada diluar.
3.2 Saran
Saran yang ingin disampaikan oleh penulis
yaitu, di jaman sekarang ini banyak sekali sekali siaran-siaran televisi yang
tidak pantas utnuk dilihat oleh anak-anak di bawah umur, maka dari itu peran
orang tua disini sangatlah penting, karena dengan perhatian yang ketat dari
orangtua, maka anakpun tidak bisa sembarangan menyaksikan tayangan-tayangan
yang bersifat negatif, demi menciptakan kepribadian anak yang lebih baik.
DAFTAR
PUSTAKA
Df.
Abdurachman Salaeh, Pendidikan Agama, PT. Gama Windu Panca Perkasa,
Jakarta
2000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar