Karya Andrea Hirata
MIMPI TAK KENAL PUTUS ASA
Novel
Edensor yang membuat mimpi menjadi bara yang menyala adalah suatu hal yang
sangat menarik disimak. Walaupun banyak yang menjadikan mimpi ini sebagai
ikatan emosi yang akan membawa orang yang memimpikannya semangat, kehidupan
yang penuh rintangan membutuhkan dorongan dari orang-orang nyata yang akan
membuat mimpi itu menjadi suatu wujud yang indah. Setelah iya terwujud, lalu
membangun mimpi baru yang akan membawa ke mimpi berikutnya hingga mimpi yang
paling indah, yaitu masuk surga.
Emosi
yang tidak stabil terkadang membuatmimpi terasa sangat jauh dari jangkauan.
Saat merasa bahwamimpi itu jauh sekali dari gapaian tangan, jiwa menjadi
tertekan dan merasa bahwa takakan bisa meraih mimpi itu sehingga kelelahan jiwa
membuat tubuh pun lelah berjuang. Kapasrahan berbuat keputusasaan. Namun,
kenyataannyademikian. Banyak yang menyerah dengan mimpi karena merasa bahwa
mimpi itu tak bukan untuk dirinya. Ia tak percaya lagi kalau mimpi itu ada.
Yang
dilakukannya akhirnya hidup tanpa mimpi. Ia hanya ingin menjadi orang yang baik
dan terus menjadi baik. Kalaupun suatu saat mimpi yang telah dikuburnya menjadi
suatu kenyataan, ia mungkin tidak menganggap itu berupawujud mimpinya,
melainkan sesuatu yang biasa saja. Ia tak mau membuat mimpinya menjadi bara
apipenyemangat hidupnya. Ia merasa tuhan tidak mendengar keluh kasahnya. Ia tak
mau lagi bermimpi terlalu jauhdari jangkauan atau gapai tangannya.
Suatu
kenyataan yang perih ketika orang meletakkan mimpinya dibawah kakinya dan
mengubur mimpi itutanpa mau berjalan dengan mimpi itu lagi. Ia merasa bahwa
mimpi ituhanya sekedar mimpi dan mungkin tidak semua mimpi bisa terwujud,
mungkin dunia menjadi tidak indah lagi. Ketika banyak mimpi yang tidak
tergapai, itulah keindahan dari mimpi-mimpi yang tergapai. Hatinya cemburu
dengan orang-orang yang dikabulkan kehendaknya.
Ia
merasa telah berkerja keras, tapi tuhan belum juga mengabulkan keinginannya. Ia
tidak meminta yang berat. Ia hanya meminta sebuah rumah dengan tiga kamar tidur
dan membelinya tanpa uang. Berpuluh tahun berkerja keras, semua itu belum juga
terwujud. Entah rahasia apa yang disembunyikan tuhan darinya sehingga ia
belumjuga mendapatkannya. Mimpi yang tak mungkin bersayap ini menjadikan
orangyang bermimpi itu layu.
Pasti
bukan seperti itu gambaran yang ada dinovel ini. Walaupun mimpi tarasa menjauh,
tetap saja sang mimpi tidak boleh dibiarkan pergi. Kalau memang mimpi itu
adalah suatu harapan yang sangat didamba, maka bagai pejuang yang mempunyai
mimpi itu, dia tidak boleh menyerah. Kalaupun mau beristirahat dari mengejar
sang mimpi, lakukanlah dengan tetap menggenggam mimpi itu. Jangan lepasakan
hingga kapanpun.
Keyakinan
bahwa mimpi itu akan tercapai akan mendekatkan dengan mimpi itu sendiri
walaupun mungkin perjalanan meraih mimpi agak tersendat. Biarkan sang mimpi
diketahui banyak orang sehingga semakin banyak yangmendoakan agar sang mimpi
cepat berbentuk. Memang tidak mudah mendapat dukungan yang begitu setia dan
tiadakenal pamrih. Kebanyakan memang memberikan harapan namun ingin juga
mendapatkan jatah dari bagian mimpi yang menyenangkan itu.
Tidak
menjadi masalah untuk berbagi mimpi karena kesuksesan akan dipandang sebagai
sesuatuyang sangat menyenangkan ketikadiraih bersama dengan banyak orang dan memberikan
dampak yang luas kepada orang lain. Bukan sesuatu yang berbentuk seperti
pembanggaan pada diri sendiri, tetapi membawa banyak orang meraih mimpi yang
sama itu akan menyenangkan sekali. Berbagi adalah sesuatu mimpi indah yang
menyenangkan. Perayaan kesuksesan akan terasa ketika dilakukan oleh semakin
banyak orang.
Biarkan
orang lain juga ikut merasa mimpinya terwujud ketika mimpi itu menjadinyata.
Keinginan demi keinginan seharusnya saling berkesinambungan dan tidak patah
ditengah jalan. Kalau patah, mimpi bisa hanyut dan tidak tercapai hingga maut
memisahkan diri dengan mimpi. Apapun yang telah dimimpikan tetaplah digenggam
dan jangan dilepaskan. mungkinTuhan akan memberikan mimpi itu pada waktu yang
tepat. Atau mungkin saja mimpi itu dijadikan sebagai hadiah disurga nanti. Hany
Tuhanlah yang tahu apa yang terjadi dihari esok.
Kalau
berputus asa dengan mimpi, ditakutkan akan menjadi depresi dan akhirnya malah
menjadi gila dan hilang ingata. Hal ini tentunya bukan sesuatu yang diharapkan.
Mimpi bukan untuk membuat orang yang memimpikannya hilang ingatan. Mimpi itu
bisa saja diganti sesuaidengan perkembangan zaman. Saat yang diimpikan sudah
tidakada lagi atau ada sesuatu yang lebih baik, maka tidak menjadi masalah
untukmengubah mimpi.
PERTEMUAN DENGAN WEH
Ini
akan bermula dari hal yang terkesan tatkala dua tokoh utama, Ikal dan Arai
bartemu dengan Weh yang menurutnya lelaki ajaib yang hidupnya hanya dilaut dan
menguasai segala rasi bintang sebagaipetunjuk dan penentu arah perjalanan
“maritim”nya. Weh merupakan lelaki yang sedikit misterius dan harus menanggung
aib dalam seluruh fase hidupnya karena ia menderita burut sebagai implikasi
dari ulah nenek moyangnya yang melanggar aturan/larangan agama.
Dari
Weh-lah, Ikal belajar mengenai hakikat kehidupan seorang manusia yang hidup tak
wajar dan diluar kebiasaan. Dari Weh ia belajar
mengenai membaca tanda-tanda alam (dan kearifannya) sehingga alam sampai
kapanpun mau bersahabat dengan manusia. Dari Weh, berbagai rasi dan zodiak
bintang dipelajari yang sangat bermanfaat dalam menentukan arah dan memprediksi
datangnya ombak atau badai dilaut lepas. Sebuah pelajaran yang sangat berharga,
yang sama sekali tak mukin akan didapat dipelajaran formal di sekolah.
Akhirnya,
Zenit dan Nadir merupakan pesan Weh sebelum ajal menjemputnya. Pesan yang tak
mungkin hilang oleh terjangan zaman sampai kapanpun, sekalipun Weh kini
jasadnya sudah tak bisa dipisahkan dari tanah. Ikal paham bahwa kehidupan akan
akhir. Mimpi akan membuat semangat tanpa kenal putus asa.
Menjemput
minpi adalah suatu perjuangan. Keinginan Pak Balia untukbersekolah di
Universitas Sorbonne, Paris, yang akhirnya membawa mereka berdua menjelajahi
Benua Eropa (bahkan Afrika). Sebuah tawaran beasiswa bergengsi dari Uni Eropa
tak disia-siakannya sehingga berangkatlah mereka untuk mengejar mimpinya.
Menjalankan
segala pesan dari ruang-ruang bawah sadarnya, mereplika dan merangkai berbagai
keindahan dan harapan mengenai kehidupan penuh perjuangan yang mesti ditebus
dengan bulir air mata, dan penuh keringat sampai nadir. Universitas Sorbonne melambaikan
tangannya kepada mereka berharap minta di singgahi. Dan mimpi itu menjadi
kenyataan, kawan. Ikal dan Arai bisa menempuh strata master di benua indah, dan
referensi pendidikan tinggi terbaik didunia.
Universitas
Sorbonne yang telah melahirkan banyak begawan-begawan ekonomi dan sastra secara
takdisangka-sangka bisa mereka singgahi, dan ajaibnya hanya dengan satu jalan :
mimpi. Iya, mimpi yang menjadi kenyataan. Mimpi yang akhirnya menberikannya
pengalaman tak terkira karena bisa berteman dengan jenius-jenius dari negara dan
benua lain.
Dalam
satu kelasnya, Ikal bisa bersama teman-temn dari berbagai negara seperti
Kanada, India, Jerman, Belanda, Australia, dan sebagainya, karena jika tak
sungguh-sungguh dalam menyingkapi hidup di rantau orang maka kesengsaraan dan
kegagalan akan menjadi mimpi buruk setelah pencapaian mimpi indah Ikal dan Arai
mampu menginjakkan kaki di Benua Eropa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar