Sabtu, 02 Januari 2016

EDENSOR

Karya Andrea Hirata

MIMPI TAK KENAL PUTUS ASA
Novel Edensor yang membuat mimpi menjadi bara yang menyala adalah suatu hal yang sangat menarik disimak. Walaupun banyak yang menjadikan mimpi ini sebagai ikatan emosi yang akan membawa orang yang memimpikannya semangat, kehidupan yang penuh rintangan membutuhkan dorongan dari orang-orang nyata yang akan membuat mimpi itu menjadi suatu wujud yang indah. Setelah iya terwujud, lalu membangun mimpi baru yang akan membawa ke mimpi berikutnya hingga mimpi yang paling indah, yaitu masuk surga.
Emosi yang tidak stabil terkadang membuatmimpi terasa sangat jauh dari jangkauan. Saat merasa bahwamimpi itu jauh sekali dari gapaian tangan, jiwa menjadi tertekan dan merasa bahwa takakan bisa meraih mimpi itu sehingga kelelahan jiwa membuat tubuh pun lelah berjuang. Kapasrahan berbuat keputusasaan. Namun, kenyataannyademikian. Banyak yang menyerah dengan mimpi karena merasa bahwa mimpi itu tak bukan untuk dirinya. Ia tak percaya lagi kalau mimpi itu ada.
Yang dilakukannya akhirnya hidup tanpa mimpi. Ia hanya ingin menjadi orang yang baik dan terus menjadi baik. Kalaupun suatu saat mimpi yang telah dikuburnya menjadi suatu kenyataan, ia mungkin tidak menganggap itu berupawujud mimpinya, melainkan sesuatu yang biasa saja. Ia tak mau membuat mimpinya menjadi bara apipenyemangat hidupnya. Ia merasa tuhan tidak mendengar keluh kasahnya. Ia tak mau lagi bermimpi terlalu jauhdari jangkauan atau gapai tangannya.
Suatu kenyataan yang perih ketika orang meletakkan mimpinya dibawah kakinya dan mengubur mimpi itutanpa mau berjalan dengan mimpi itu lagi. Ia merasa bahwa mimpi ituhanya sekedar mimpi dan mungkin tidak semua mimpi bisa terwujud, mungkin dunia menjadi tidak indah lagi. Ketika banyak mimpi yang tidak tergapai, itulah keindahan dari mimpi-mimpi yang tergapai. Hatinya cemburu dengan orang-orang yang dikabulkan kehendaknya.
Ia merasa telah berkerja keras, tapi tuhan belum juga mengabulkan keinginannya. Ia tidak meminta yang berat. Ia hanya meminta sebuah rumah dengan tiga kamar tidur dan membelinya tanpa uang. Berpuluh tahun berkerja keras, semua itu belum juga terwujud. Entah rahasia apa yang disembunyikan tuhan darinya sehingga ia belumjuga mendapatkannya. Mimpi yang tak mungkin bersayap ini menjadikan orangyang bermimpi itu layu.
Pasti bukan seperti itu gambaran yang ada dinovel ini. Walaupun mimpi tarasa menjauh, tetap saja sang mimpi tidak boleh dibiarkan pergi. Kalau memang mimpi itu adalah suatu harapan yang sangat didamba, maka bagai pejuang yang mempunyai mimpi itu, dia tidak boleh menyerah. Kalaupun mau beristirahat dari mengejar sang mimpi, lakukanlah dengan tetap menggenggam mimpi itu. Jangan lepasakan hingga kapanpun.
Keyakinan bahwa mimpi itu akan tercapai akan mendekatkan dengan mimpi itu sendiri walaupun mungkin perjalanan meraih mimpi agak tersendat. Biarkan sang mimpi diketahui banyak orang sehingga semakin banyak yangmendoakan agar sang mimpi cepat berbentuk. Memang tidak mudah mendapat dukungan yang begitu setia dan tiadakenal pamrih. Kebanyakan memang memberikan harapan namun ingin juga mendapatkan jatah dari bagian mimpi yang menyenangkan itu.
Tidak menjadi masalah untuk berbagi mimpi karena kesuksesan akan dipandang sebagai sesuatuyang sangat menyenangkan ketikadiraih bersama dengan banyak orang dan memberikan dampak yang luas kepada orang lain. Bukan sesuatu yang berbentuk seperti pembanggaan pada diri sendiri, tetapi membawa banyak orang meraih mimpi yang sama itu akan menyenangkan sekali. Berbagi adalah sesuatu mimpi indah yang menyenangkan. Perayaan kesuksesan akan terasa ketika dilakukan oleh semakin banyak orang.
Biarkan orang lain juga ikut merasa mimpinya terwujud ketika mimpi itu menjadinyata. Keinginan demi keinginan seharusnya saling berkesinambungan dan tidak patah ditengah jalan. Kalau patah, mimpi bisa hanyut dan tidak tercapai hingga maut memisahkan diri dengan mimpi. Apapun yang telah dimimpikan tetaplah digenggam dan jangan dilepaskan. mungkinTuhan akan memberikan mimpi itu pada waktu yang tepat. Atau mungkin saja mimpi itu dijadikan sebagai hadiah disurga nanti. Hany Tuhanlah yang tahu apa yang terjadi dihari esok.
Kalau berputus asa dengan mimpi, ditakutkan akan menjadi depresi dan akhirnya malah menjadi gila dan hilang ingata. Hal ini tentunya bukan sesuatu yang diharapkan. Mimpi bukan untuk membuat orang yang memimpikannya hilang ingatan. Mimpi itu bisa saja diganti sesuaidengan perkembangan zaman. Saat yang diimpikan sudah tidakada lagi atau ada sesuatu yang lebih baik, maka tidak menjadi masalah untukmengubah mimpi.
PERTEMUAN DENGAN WEH
Ini akan bermula dari hal yang terkesan tatkala dua tokoh utama, Ikal dan Arai bartemu dengan Weh yang menurutnya lelaki ajaib yang hidupnya hanya dilaut dan menguasai segala rasi bintang sebagaipetunjuk dan penentu arah perjalanan “maritim”nya. Weh merupakan lelaki yang sedikit misterius dan harus menanggung aib dalam seluruh fase hidupnya karena ia menderita burut sebagai implikasi dari ulah nenek moyangnya yang melanggar aturan/larangan agama.
Dari Weh-lah, Ikal belajar mengenai hakikat kehidupan seorang manusia yang hidup tak wajar dan diluar kebiasaan. Dari Weh ia belajar  mengenai membaca tanda-tanda alam (dan kearifannya) sehingga alam sampai kapanpun mau bersahabat dengan manusia. Dari Weh, berbagai rasi dan zodiak bintang dipelajari yang sangat bermanfaat dalam menentukan arah dan memprediksi datangnya ombak atau badai dilaut lepas. Sebuah pelajaran yang sangat berharga, yang sama sekali tak mukin akan didapat dipelajaran formal di sekolah.
Akhirnya, Zenit dan Nadir merupakan pesan Weh sebelum ajal menjemputnya. Pesan yang tak mungkin hilang oleh terjangan zaman sampai kapanpun, sekalipun Weh kini jasadnya sudah tak bisa dipisahkan dari tanah. Ikal paham bahwa kehidupan akan akhir. Mimpi akan membuat semangat tanpa kenal putus asa.
Menjemput minpi adalah suatu perjuangan. Keinginan Pak Balia untukbersekolah di Universitas Sorbonne, Paris, yang akhirnya membawa mereka berdua menjelajahi Benua Eropa (bahkan Afrika). Sebuah tawaran beasiswa bergengsi dari Uni Eropa tak disia-siakannya sehingga berangkatlah mereka untuk mengejar mimpinya.
Menjalankan segala pesan dari ruang-ruang bawah sadarnya, mereplika dan merangkai berbagai keindahan dan harapan mengenai kehidupan penuh perjuangan yang mesti ditebus dengan bulir air mata, dan penuh keringat sampai  nadir. Universitas Sorbonne melambaikan tangannya kepada mereka berharap minta di singgahi. Dan mimpi itu menjadi kenyataan, kawan. Ikal dan Arai bisa menempuh strata master di benua indah, dan referensi pendidikan tinggi terbaik didunia.
Universitas Sorbonne yang telah melahirkan banyak begawan-begawan ekonomi dan sastra secara takdisangka-sangka bisa mereka singgahi, dan ajaibnya hanya dengan satu jalan : mimpi. Iya, mimpi yang menjadi kenyataan. Mimpi yang akhirnya menberikannya pengalaman tak terkira karena bisa berteman dengan jenius-jenius dari negara dan benua lain.

Dalam satu kelasnya, Ikal bisa bersama teman-temn dari berbagai negara seperti Kanada, India, Jerman, Belanda, Australia, dan sebagainya, karena jika tak sungguh-sungguh dalam menyingkapi hidup di rantau orang maka kesengsaraan dan kegagalan akan menjadi mimpi buruk setelah pencapaian mimpi indah Ikal dan Arai mampu menginjakkan kaki di Benua Eropa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar